Tampilkan postingan dengan label Tawuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tawuran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Januari 2013

POLISI MENANGKAP 7 SISWA YANG MEMBAJAK 3 METRO MINI

Tujuh orang siswa STM diamankan Unit Tindak Lantas Polres Metro Jakarta Selatan dalam kasus pembajakan metromini, Senin (21/1/2013) malam.

Menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hindarsono, peristiwa pembajakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 di lampu merah Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ratusan pelajar dengan membawa bendera bertuliskan STM Dayak melakukan pembajakan terhadap 3 metro mini 69 jurusan Blok M-Cileduk.

"Kami berhasil mengamankan 7 orang siswa di Jalan Ciledug Raya, siswa lain masih dalam pengejaran. Diduga mereka hendak melakukan tawuran karena membawa sejumlah senjata tajam," ujar Hindarsono saat dihubungi wartawan, Selasa (22/1/2013).

Ketujuh siswa yang diamankan dalam kasus pembajakan metromini tersebut adalah DSA (siswa kelas 1), DW (siswa kelas 3), FI (siswa kelas 2), JR (siswa kelas 2), FH (siswa kelas 2), AY (siswa kelas 2), serta IB (siswa kelas 3).

Dalam penangkapan tersebut, selain mengamankan 7 orang siswa, polisi juga berhasil  mengamankan sejumlah senjata tajam, terdiri dari 14 besi lancip, 1 buah besi berbentuk gergaji, 1 sangkur, 1 gir, 2 stik golf dan 2 buah bendera bertuliskan STM DAYAK.

Kasus pembajakan tersebut saat ini berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Selatan.
Read more...
Sabtu, 19 Januari 2013

PERTANDINGAN ANTARA PSIM VS DELTRA SIDOARJO DIHENTIKAN KARENA SUPORRTER TAWURAN

Maksud hati PSIM Yogyakarta beruji coba sebagai persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama PT LI. Namun, uji coba PSIM melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Mandala Krida, Jumat (18/1), terpaksa dihentikan dengan skor akhir 0-0.

Gara-garanya, situasi sudah tidak kondusif karena lantaran perkelahian dua kelompok suporter pendukung PSIM, Brajamusti dan The Maident. Wasit Cholid Dalyanto memilih menghentikan pertandingan. Dia khawatir pertengkaran suporter kian memanas. Apalagi, laga  memang tidak melibatkan penjagaan pihak keamanan sama sekali.

"Persoalannya laga itu memang bukan uji coba, tapi hanya latihan bersama," kata Cholid.

Menurutnya, salah satu kubu suporter sudah terlihat melempar benda ke arah suporter lain di akhir babak pertama. Sejak itu, pertengkaran semakin memanas dan diwarnai pelemparan botol air minum ke tempat duduk pemain PSIM.

"Kedua belah pihak memang bisa menahan emosi. Tapi pertandingan tetap saya hentikan di menit 43 babak kedua. Skornya tetap 0-0," ujarnya.

Manajer/pelatih PSIM Maman Durachman mengungkapkan tim masih memiliki banyak kelemahan. Karena itu, dia masih harus bekerja keras membenahi tim. Namun, Maman optimistis tim sudah siap saat memasuki kompetisi.

"Pemain sudah menunjukkan kemampuannya. Tapi masih ada yang butuh perbaikan. Ini hasil yang positif bagi kami. Apalagi, kami menghadapi lawan yang selevel," katanya lagi. Maman juga akan membenahi fisik pemain. Menurutnya stamina pemain masih belum memenuhi harapan.
Read more...
Minggu, 30 Desember 2012

TAWURAN ANTAR PEMUDA DI TANGERANG MENEWASKAN 1 ORANG

Tawuran antar pemuda terjadi di Pondok Aren, Tangerang. 1 Orang tewas dan 1 orang menderita luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan, tawuran itu terjadi sekitar pukul 15.30, Minggu (30/12/2012). Lokasi tawuran berada di wilayah Pondok Betung, Ceger, Pondok Aren.

"Dua kelompok pemuda kampung Kebon Kopi dan Kampung Pondok Karya terlibat saling serang yang diawali keributan kecil," kata Rikwanto.

Jamuri (18), warga Kampung Pondok Karya tewas dalam tawuran itu. Korban tewas dengan luka tusuk benda tajam di punggung sebelah kiri. Jenazahnya kini masih disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Kota.

Sementara, korban kedua bernama Raspul Hardiansyah (22) juga warga Pondok Karya. Dia menderita luka bacok di tangan sebelah kanan dan punggung. Saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aminah, Kreo, Ciledug.

"Korban pertama Jamuri bermaksud melerai keributan tapi malah ditusuk pelaku. Korban kedua Raspul bermaksud menolong Jamuri tapi malah dibacok pelaku," jelas Rikwanto.
Read more...
Rabu, 26 Desember 2012

MENURUT MANTAN KETUA HAM NYAWA ORANG INDONESIA BEGITU MURAH

Kekerasan masih jadi pilihan di Indonesia. Bahkan dalam ranah penegakkan hukum. Hal tersebut menjadi sorotan mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2007-2012, Ifdhal Kasim.

Dia mengatakan, aparat masih kerap menggunakan kekerasan, bahkan senjata, yang berujung pada kematian. Seperti dalam penanganan terduga dalam kasus terorisme. Cara yang sama juga menjadi pilihan warga sipil, mengabaikan hukum dan main hakim sendiri.

"Nyawa warga Indonesia begitu murah. Tidak ada lagi yang prihatin dengan tewasnya seseorang akibat penembakan, tidak ada lagi yang peduli dengan tewasnya manusia akibat kerusuhan," ujar Ifdhal dalam refleksi dan evaluasi, "Penegakan Hukum dan HAM 2012" di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Ifdhal juga menyoroti merebaknya kerusuhan yang terkait dengan perebutan sumber daya alam, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, yang kerap terjadi.

Dia menilai, aparat kerap menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan kerusuhan, bahkan melakukan penembakan.

"Kita seperti tidak memiliki kemampuan untuk menangani kerusuhan. Masyarakat dibiarkan berhadapaan dengan aparat atau kelompok-kelompok bayaran, kalau ini di biarkan, akan banyak lagi yang meninggal," tegas Ifdhal.

Salah satu kasus yang mengemuka di tahun 2012 adalah penembakan oleh aparat Kepolisian di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang menewaskan satu warga desa pada Jumat (27/07/2012).

Versi Komnas HAM yang menginvestigasi kasus itu, konflik lahan antara masyarakat Ogan Ilir dengan PT Perkebunan Nasional (PTPN) VII unit Cinta Manis, bermula pada tahun 1982.

Pembangunan PTPN itu memaksa masyarakat petani di 20 desa dari enam kecamatan di Ogan Ilir, untuk menyerahkan lahan untuk dijadikan perkebunan tebu.
Read more...
Senin, 24 Desember 2012

KRONOLOGI BENTROK WARGA DI BALI

Bentrokan antar warga dengan ormas terjadi di Denpasar, Bali, Minggu malam hingga Senin (24/12/2012) dini hari.

Penyebab utama perselisihan ini masih diselidiki kepolisian. Diduga bentrok ini terjadi akibat kesalahpahaman antara kedua pihak.

Bentrokan ini diketahui berawal dari pelarangan penjualan petasan dan kembang api oleh warga Padangsambian, karena dianggap membahayakan dan bisa mengganggu kenyamanan warga.

Saat pemilik toko petasan dan kembang api ditegur warga yang sedang berpatroli agar tidak berjualan, pemilik toko tidak terima dan justru melapor ke salah satu ormas. Pertikaian pun terjadi.

Perselisihan ini sempat dimediasi oleh pihak kepolisian dan pihak kecamatan. Namun tanpa sebab yang jelas, bentrok antara warga dan ormas pecah kembali pada Minggu malam.

Akibat bentrok ini, sebuah posko ormas yang berada di Jalan Buana Raya kawasan Desa Padangsambian dibakar warga sebagai bentuk kekesalan.Tidak hanya itu, 8 motor dan 3 mobil milik anggota ormas yang sedang diparkir di posko juga ludes terbakar.

Aparat Kepolisan Polresta Denpasar dibantu Brimob Polda Bali bersenjata lengkap dibantu sejumlah personel TNI segera mengamankan lokasi kejadian agar bentrok tidak semakin berlanjut. Sementara puing motor yang terbakar dievakuasi oleh petugas kepolisian.

Hingga Senin dini hari, suasana Desa Padangsambian masih mencekam dan aparat kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian dan di pintu masuk menuju desa. Upaya mediasi antar 2 pihak yang berseteru terus dilakukan petugas dan toko masyarakat setempat demi menjaga ketegangan dan perdamaian antar warga menjelang libur akhir tahun
Read more...

Labels

 
© 2013 AKHIRNYA KU TAHU - All Rights Reserved
Desain: DheTemplate.com | Main Blogger | Taru Sun

Template: Makeityourring Diamond Engagement Rings
Proudly powered: Blogger | Google | IDwebhost | Beritambah