Tampilkan postingan dengan label Tawuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tawuran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Januari 2013

POLISI MENANGKAP 7 SISWA YANG MEMBAJAK 3 METRO MINI

Tujuh orang siswa STM diamankan Unit Tindak Lantas Polres Metro Jakarta Selatan dalam kasus pembajakan metromini, Senin (21/1/2013) malam.

Menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hindarsono, peristiwa pembajakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 di lampu merah Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ratusan pelajar dengan membawa bendera bertuliskan STM Dayak melakukan pembajakan terhadap 3 metro mini 69 jurusan Blok M-Cileduk.

"Kami berhasil mengamankan 7 orang siswa di Jalan Ciledug Raya, siswa lain masih dalam pengejaran. Diduga mereka hendak melakukan tawuran karena membawa sejumlah senjata tajam," ujar Hindarsono saat dihubungi wartawan, Selasa (22/1/2013).

Ketujuh siswa yang diamankan dalam kasus pembajakan metromini tersebut adalah DSA (siswa kelas 1), DW (siswa kelas 3), FI (siswa kelas 2), JR (siswa kelas 2), FH (siswa kelas 2), AY (siswa kelas 2), serta IB (siswa kelas 3).

Dalam penangkapan tersebut, selain mengamankan 7 orang siswa, polisi juga berhasil  mengamankan sejumlah senjata tajam, terdiri dari 14 besi lancip, 1 buah besi berbentuk gergaji, 1 sangkur, 1 gir, 2 stik golf dan 2 buah bendera bertuliskan STM DAYAK.

Kasus pembajakan tersebut saat ini berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Selatan.
Read more...
Sabtu, 19 Januari 2013

PERTANDINGAN ANTARA PSIM VS DELTRA SIDOARJO DIHENTIKAN KARENA SUPORRTER TAWURAN

Maksud hati PSIM Yogyakarta beruji coba sebagai persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama PT LI. Namun, uji coba PSIM melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Mandala Krida, Jumat (18/1), terpaksa dihentikan dengan skor akhir 0-0.

Gara-garanya, situasi sudah tidak kondusif karena lantaran perkelahian dua kelompok suporter pendukung PSIM, Brajamusti dan The Maident. Wasit Cholid Dalyanto memilih menghentikan pertandingan. Dia khawatir pertengkaran suporter kian memanas. Apalagi, laga  memang tidak melibatkan penjagaan pihak keamanan sama sekali.

"Persoalannya laga itu memang bukan uji coba, tapi hanya latihan bersama," kata Cholid.

Menurutnya, salah satu kubu suporter sudah terlihat melempar benda ke arah suporter lain di akhir babak pertama. Sejak itu, pertengkaran semakin memanas dan diwarnai pelemparan botol air minum ke tempat duduk pemain PSIM.

"Kedua belah pihak memang bisa menahan emosi. Tapi pertandingan tetap saya hentikan di menit 43 babak kedua. Skornya tetap 0-0," ujarnya.

Manajer/pelatih PSIM Maman Durachman mengungkapkan tim masih memiliki banyak kelemahan. Karena itu, dia masih harus bekerja keras membenahi tim. Namun, Maman optimistis tim sudah siap saat memasuki kompetisi.

"Pemain sudah menunjukkan kemampuannya. Tapi masih ada yang butuh perbaikan. Ini hasil yang positif bagi kami. Apalagi, kami menghadapi lawan yang selevel," katanya lagi. Maman juga akan membenahi fisik pemain. Menurutnya stamina pemain masih belum memenuhi harapan.
Read more...
Minggu, 30 Desember 2012

TAWURAN ANTAR PEMUDA DI TANGERANG MENEWASKAN 1 ORANG

Tawuran antar pemuda terjadi di Pondok Aren, Tangerang. 1 Orang tewas dan 1 orang menderita luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan, tawuran itu terjadi sekitar pukul 15.30, Minggu (30/12/2012). Lokasi tawuran berada di wilayah Pondok Betung, Ceger, Pondok Aren.

"Dua kelompok pemuda kampung Kebon Kopi dan Kampung Pondok Karya terlibat saling serang yang diawali keributan kecil," kata Rikwanto.

Jamuri (18), warga Kampung Pondok Karya tewas dalam tawuran itu. Korban tewas dengan luka tusuk benda tajam di punggung sebelah kiri. Jenazahnya kini masih disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Kota.

Sementara, korban kedua bernama Raspul Hardiansyah (22) juga warga Pondok Karya. Dia menderita luka bacok di tangan sebelah kanan dan punggung. Saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aminah, Kreo, Ciledug.

"Korban pertama Jamuri bermaksud melerai keributan tapi malah ditusuk pelaku. Korban kedua Raspul bermaksud menolong Jamuri tapi malah dibacok pelaku," jelas Rikwanto.
Read more...
Rabu, 26 Desember 2012

MENURUT MANTAN KETUA HAM NYAWA ORANG INDONESIA BEGITU MURAH

Kekerasan masih jadi pilihan di Indonesia. Bahkan dalam ranah penegakkan hukum. Hal tersebut menjadi sorotan mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2007-2012, Ifdhal Kasim.

Dia mengatakan, aparat masih kerap menggunakan kekerasan, bahkan senjata, yang berujung pada kematian. Seperti dalam penanganan terduga dalam kasus terorisme. Cara yang sama juga menjadi pilihan warga sipil, mengabaikan hukum dan main hakim sendiri.

"Nyawa warga Indonesia begitu murah. Tidak ada lagi yang prihatin dengan tewasnya seseorang akibat penembakan, tidak ada lagi yang peduli dengan tewasnya manusia akibat kerusuhan," ujar Ifdhal dalam refleksi dan evaluasi, "Penegakan Hukum dan HAM 2012" di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Ifdhal juga menyoroti merebaknya kerusuhan yang terkait dengan perebutan sumber daya alam, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, yang kerap terjadi.

Dia menilai, aparat kerap menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan kerusuhan, bahkan melakukan penembakan.

"Kita seperti tidak memiliki kemampuan untuk menangani kerusuhan. Masyarakat dibiarkan berhadapaan dengan aparat atau kelompok-kelompok bayaran, kalau ini di biarkan, akan banyak lagi yang meninggal," tegas Ifdhal.

Salah satu kasus yang mengemuka di tahun 2012 adalah penembakan oleh aparat Kepolisian di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang menewaskan satu warga desa pada Jumat (27/07/2012).

Versi Komnas HAM yang menginvestigasi kasus itu, konflik lahan antara masyarakat Ogan Ilir dengan PT Perkebunan Nasional (PTPN) VII unit Cinta Manis, bermula pada tahun 1982.

Pembangunan PTPN itu memaksa masyarakat petani di 20 desa dari enam kecamatan di Ogan Ilir, untuk menyerahkan lahan untuk dijadikan perkebunan tebu.
Read more...
Senin, 24 Desember 2012

KRONOLOGI BENTROK WARGA DI BALI

Bentrokan antar warga dengan ormas terjadi di Denpasar, Bali, Minggu malam hingga Senin (24/12/2012) dini hari.

Penyebab utama perselisihan ini masih diselidiki kepolisian. Diduga bentrok ini terjadi akibat kesalahpahaman antara kedua pihak.

Bentrokan ini diketahui berawal dari pelarangan penjualan petasan dan kembang api oleh warga Padangsambian, karena dianggap membahayakan dan bisa mengganggu kenyamanan warga.

Saat pemilik toko petasan dan kembang api ditegur warga yang sedang berpatroli agar tidak berjualan, pemilik toko tidak terima dan justru melapor ke salah satu ormas. Pertikaian pun terjadi.

Perselisihan ini sempat dimediasi oleh pihak kepolisian dan pihak kecamatan. Namun tanpa sebab yang jelas, bentrok antara warga dan ormas pecah kembali pada Minggu malam.

Akibat bentrok ini, sebuah posko ormas yang berada di Jalan Buana Raya kawasan Desa Padangsambian dibakar warga sebagai bentuk kekesalan.Tidak hanya itu, 8 motor dan 3 mobil milik anggota ormas yang sedang diparkir di posko juga ludes terbakar.

Aparat Kepolisan Polresta Denpasar dibantu Brimob Polda Bali bersenjata lengkap dibantu sejumlah personel TNI segera mengamankan lokasi kejadian agar bentrok tidak semakin berlanjut. Sementara puing motor yang terbakar dievakuasi oleh petugas kepolisian.

Hingga Senin dini hari, suasana Desa Padangsambian masih mencekam dan aparat kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian dan di pintu masuk menuju desa. Upaya mediasi antar 2 pihak yang berseteru terus dilakukan petugas dan toko masyarakat setempat demi menjaga ketegangan dan perdamaian antar warga menjelang libur akhir tahun
Read more...
Minggu, 23 Desember 2012

ADIK BALOTELLI DI TANGKAP POLISI KARENA TAWURAN

Adik Mario Balotelli, Enoch, dilaporkan diamankan polisi, setelah terlibat tawuran di jalanan Brescia, Minggu (23/12/2012) dini hari waktu Italia.

Seperti disitir dari Il Giornale di Brescia, lelaki 20 tahun bernama Enoch Barwuah itu memiliki orang tua lahir yang sama dengan Mario Balotelli.

Enoch dilaporkan membuat keributan di Bagno Mella, Minggu pukul 2 dini hari waktu Brescia. Polisi dipanggil dan berusaha mengamankan Enoch. Ia menolak penangkapan dan kemudian dituntut dengan kekerasan plus melawan pihak berwenang.

Dari laporan lainnya, Enoch bertelanjang dada dan tak mengenakan sepatu, ketika perkelahian massal itu dimulai di tengah jalanan.

Menurut Enoch, ia diserang di klub malam dan tak bermaksud melukai petugas keamanan. Tak disebutkan, berapa orang yang terlibat dalam tawuran itu dan atas dasar apa.

Bulan lalu, Enoch sempat menjalani latihan sepak bola di Salford City. Ia ingin menjadi pesepak bola kondang layaknya sang kakak.
Read more...
Kamis, 20 Desember 2012

DUA ORMAS BENTROK DI JAKTIM, DUA ORANG MENJADI TERSANGKA

Bentrok dua ormas yang terjadi di Jalan Haji Naman, Duren Sawit, Jakarta Timur, berhasil diredam. Dua orang yang diduga sebagai provokator diamankan pihak kepolisian.

"Sudah kondusif. Dua orang dibawa ke Polres, mereka sudah dijadikan tersangka," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni, Kamis (20/12).

Dirinya pun membenarkan kalau bentrokan tersebut dipicu aksi penganiayaan salah satu ormas terhadap Herman (32), seorang anggota ormas lain yang berprofesi sebagai tukang parkir di Seven Eleven Pondok Kelapa.

"Iya, kejadiannya Kamis dini hari tadi, makanya kelompok yang satunya siang-siang datang ke kelompok yang melakukan penganiayaan itu," ungkapnya.

Mulyadi mengaku belum mendapatkan laporan terkait identitas dua orang yang telah dijadikan tersangka tersebut. Kedua tersangka pun masih melakukan pemeriksaan secara intensif.

Sebelumnya, dua ormas terlibat bentrok Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Penyebab bentrok ditengarai aksi penganiayaan terhadap anggota Ormas.
Read more...
Rabu, 28 November 2012

PULUHAN WARGA PAPUA TAWURAN

Bentrokan ini terjadi di jalan raya Jati Perumnas ,rabu (28/11), Maluku Utara yang melibatkan puluhan warga dari Kelurahan Bastiong dengan pemuda Kelurahan Jati Perumnas Kota Ternate Selatan.

Terjadi saling serang dengan menggunakan batu dan potongan kayu. Bentrokan ini dipicu karena saling ejek antar kedua pemuda.

Bentrokan baru berakhir setelah puluhan anggota pengendali massa dari Polres Ternate dibantu puluhan anggota TNI terjun langsung dilokasi bentrokan dan berhasil melerai kedua kubu.

Tidak ada korban jiwa dari keduabelah pihak. Bentrokan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu. Polisi hingga Selasa malam masih disiagakan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.


Read more...
Rabu, 14 November 2012

RATUSAN SISWA SMA JAKARTA AKAN DISEKOLAHKAN DI SEKOLAH KEPOLISIAN NEGARA

Sebanyak 677 siswa SMA di Jakarta dan sekitarnya yang seringkali terlibat tawuran dan bermasalah akan diberangkatkan ke Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Lido Jawa Barat.

Mereka diberangkatkan menjadi tiga gelombang.

"Yang akan diberangkatkan dari siswa SMA terlebih dulu, tercatat ada 677 siswa SMA dari 36 sekolah yang akan diberangkatkan dan dibagi dalam tiga gelombang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Rabu (14/11).

Rikwanto menjelaskan, gelombang pertama berangkat pada 19 November - 24 November 2012. Kemudian gelombang kedua berangkat pada 27 November - 2 Desember 2012. Terakhir gelombang ketiga berangkat pada 4-9 Desember 2012.



Para siswa tersebut akan berangkat dari sekolah masing-masing menuju ke SPN. Hari pertama akan diisi dengan registrasi dan apel malam, lalu hari kedua yakni pembukaan acara, dan berbagai acara lainnya.  "Ada bagian-bagian acaranya dan diisi juga dengan berbagai tema yakni ada acara bertema pengembangan diri raih prestasi," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, program pembinaan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Polda Metro Jaya. Dan nantinya pembinaan tersebut akan berlangsung selama lima hari. Mereka akan dididik untuk disiplin, latihan kepemimpinan, tanggungjawab, latihan fisik, mental, merubah prilaku serta mencintai tanah air.

Read more...
Jumat, 09 November 2012

MAHASISWA BENTROK DENGAN POLISI DI BOGOR

Unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam MPO Cabang Bogor, diwarnai bentrokan dengan personel kepolisian yang mengamankan aksi di depan Kantor PT PLN APJ Bogor di Kota Bogor, Jumat (9/11/2012) pagi.

Mahasiswa menuntut komitmen PT PLN untuk tidak memadamkan listrik tanpa alasan jelas. Selain itu, massa juga menuntut agar seluruh wilayah di Bogor teraliri listrik.

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi diawali saat belasan mahasiswa mundur dan berorasi di tengah jalan, sehingga dinilai menganggu arus lalu lintas. Personel kepolisian kemudian mendorong mahasiswa untuk bergeser dari jalan ke depan pintu gerbang menuju Kantor PLN.



Dalam aksi saling dorong, sempat ada beberapa mahasiswa yang saling pukul dengan polisi. Namun, aksi kembali berlangsung damai setelah kedua belah pihak ditenangkan. Mahasiswa kini menunggu waktu untuk beraudiensi dengan manajer PLN APJ Bogor.

Read more...
Kamis, 01 November 2012

KORBAN BENTROKAN DI LAMPUNG BERHASIL TERIDENTIFIKASI

Tim Forensik Polda Lampung, Rabu (31/10), berhasil mengidentifikasi delapan korban meninggal akibat peristiwa bentrok warga di Lampung Selatan. Seluruh jenazah tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeleok, Bandarlampung.

Menurut keterangan polisi, delapan dari sembilan jenazah tersebut berhasil teridentifikasi. Sementara satu jenazah lagi belum berhasil dikenali lantaran kondisinya hangus terbakar sehingga sulit dikenali.

Delapan jenazah berhasil diketahui identitasnya setelah menjalani sejumlah pemeriksaan medis, antara lain dengan mengenali ciri-ciri fisik, seperti baju dan perhiasan serta mengundang warga yang melaporkan kehilangan keluarga saat peristiwa bentrokan terjadi.

Tim Forensik Polda Lampung juga memastikan korban meninggal dunia berjumlah 12 orang dan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Tidak ada korban wanita seperti yang diberitakan sebelumnya. Seluruh korban meninggal dunia itu tiga di antaranya tewas pada peristiwa bentrok pertama di hari Ahad dan sembilan orang meninggal dunia pada bentrokan kedua di hari Senin kemarin, yangterjadi di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan.

Menurut rencana, seluruh korban yang sudah berhasil diketahui identitasnya ini, Kamis (1/11) siang, akan diserahkan kepada pihak persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Selatan untuk dikremasi dan kemudian diserahkan kepada pihak masing-masing keluarga.

Berikut nama-nama korban meninggal dunia akibat bentrok Lampung Selatan yang berhasil teridentifikasi. Korban tewas pada bentrok pertama:
1. Yahya bin Abdullah, 45 tahun, warga kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda
2. Marhadan, 35 tahun, warga Gunung Terang, Kecamatan Kalianda
3. Alwin alias Yayi, 35 tahun, warga Taji Malela, Kecamatan Kalianda

Sementara Korban tewas pada bentrok kedua:
1. Muri, 60 tahun, warga Balinuraga
2. Wayan Kare, 50 tahun, warga Balinuraga
3. Kare, 70 tahun, ayah Wayan Kare, warga Balinuraga
4. Nyoman Malini, 53 tahun, warga Balinuraga
5. Wayan Paing, 48 tahun, warga Balinuraga
6. Tike alias Bude, 65 tahun, warga Balinuraga
7. Gede Simare Jaya, 11 tahun, warga Balinuraga
8. Rusnaldi, warga Kotabumi
9. Mr. X (belum teridentifikasi)


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...
Kamis, 25 Oktober 2012

POLDA METRO JAYA MENOLAK PENANGGUHAN PENAHANAN MAHASISWA UNPAM

Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menolak penangguhan penahanan terhadap 10 mahasiswa dan seorang alumni Universitas Pamulang Banten yang menjadi tersangka bentrokan dengan aparat kepolisian.

"Tidak ada penangguhan penahanan terhadap semua tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Rabu.

Para tersangka tetap menjalani penahanan selama proses penyidikan selesai di Markas Polda Metro Jaya, guna melengkapi berkas berita acara pemeriksaan.

Rikwanto mengatakan seluruh tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto Pasal 160 KUHP tentang penghasutan juncto Pasal 335 dan Pasal 213 ayat (2) KUHP.

Tersangka yang ditahan petugas kepolisian, yakni Ahmad Jaelani (20) jurusan Keguruan semester VI, Herdiansyah (21) jurusan Tehnik Elektro semester III, Eko Setiawan (26) jurusan Ekonomi semester VII, Boma Angkasa (23) jurusan Hukum, semester VII, Bernadictus Mega Pradhipta (22) Jurusan Hukum semester VII.

Kemudian Eman Keno (20) jurusan Tehnik Mesin semester I, Nur Cholis (22) jurusan Tehnik Mesin semester VII, Eka Hadi (23) jurusan Tehnik Industri semester VI, Ilham Firmansyah (23) jurusan hukum semester VI dan Rian Sartono Perdana (22) jurusan Tehnik Industri semester VIII, serta alumni Unpam, Yudi Rizal Muslim (27).


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...
Selasa, 23 Oktober 2012

PULUHAN PELAJAR SMP AKAN MENYERANG SMP N 3 MANGGARAI

Sebanyak 41 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdiri dari tiga sekolah, SMP YPMI, SMP Asyafiah I dan SMP Assyafiiah II diamankan di Mapolsek Metro Tebet Jakarta Selatan siang tadi.

Para pelajar tersebut akan melakukan penyerangan terhadap SMP Negeri 3 Manggarai di Jl Manggarai Utara, Tebet Jakarta Selatan.

"Informasi dari kepala sekolah SMPN 3, akan ada penyerangan dari YPMII dan SMP Assyafiiah," kata Kasi Humas Polsek Tebet, Aiptu Broto Suwarno di kantornya Jl Soepomo SH, Selasa (23/10).

Broto mengatakan, puluhan siswa tersebut tertangkap oleh petugas sekitar pukul 12.30 WIB siang tadi. Saat itu pihak Kepolisian menerima laporan dari pihak sekolah SMP Negeri 3 bahwa akan ada penyerangan yang dilakukan oleh sekolah gabungan. Atas laporan tersebut, kemudian petugas menerjunkan 20 anggota gabungan dari Unit Reskrim, Bimas dan juga Sabhara.

Benar saja, saat petugas memantau langsung sekitar 100 meter dari SMP Negeri 3, puluhan pelajar datang bermaksud itu menyerang sekolah tersebut. Melihat itu, petugas langsung menangkap mereka dan menggiring mereka dengan menggunakan Metromini 61 ke Mapolsek Tebet.

"Kami terjunkan anggota di lokasi kejadian, benar pas jam pulang sekolah mereka datang mau menyerang dan langsung kami amankan," papar Broto.

Dari tangan mereka petugas tidak menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang biasa digunakan dalam tawuran. Meski demikian, petugas tetap mendata mereka dan akan memanggil pihak sekolah dan juga orang tua pelajar tersebut untuk dilakukan pembinaan.

"Dari pihak Kepolisian akan memanggil orang tua, pihak sekolah untuk membuat surat pernyataan untuk dilakukan pembinaan," kata Broto.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...

WARGA PAPUA BENTROK DENGAN POLISI SAAT BERDEMO

Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bentrok dengan aparat Polres Manokwari dalam unjuk rasa mendukung sidang International Lawyers For West Papua di Inggris, Selasa (23/10/2012) di depan kampus Universitas Negeri Papua (Unipa).

Awalnya unjuk rasa ini berlangsung aman. Namun massa mulai emosi saat salah satu anggota kepolisian mengambil gambar para demontran. Massa yang emosi langsung menerobos blokade aparat. Saling serang antara kedua kubu pun tak dapat dihindari.

Polisi yang terdesak akibat serangan batu para demonstrans, kemudian menembakan tembakan peringatan ke udara. Akibat bentrokan ini, 4 polisi terluka akibat terkena lemparan batu. Demikian juga dengan sejumlah pengunjuk rasa lainnya. Polisi kemudian mengamankan 11 pengunjuk rasa.

Bentrokan mulai mereda setelah Wakil Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw dan Kapolres Manokwari AKBP Agustinus Supriyanto datang ke lokasi kejadian untuk menenangkan para pendemo. Arus lalu lintas yang semua lumpuh selama lebih lima jam, mulai berangsur normal.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...
Minggu, 21 Oktober 2012

PEMUDA DI JAKARTA BARAT TERLIBAT TAWURAN

Tawuran antar pemuda pecah di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Salah satu petugas jaga Polsek Tambora mengatakan, tawuran masih berlangsung hingga saat ini.

"Tawurannya di dekat rel kereta Angke. Sekarang masih berlangsung," kata dia


Kata dia, tawuran sudah berlangsung sejak sekira pukul 03.44 WIB. Saat ini, petugas sudah berupaya untuk meredam emosi pemuda yang terlibat tawuran.

"Sekarang masih penanganan petugas. Saya juga ini mau ke sana," terangnya.

Bagi masyarakat yang ingin melintas di lokasi dihimbau untuk berhati-hati. Belum diketahui pemicu dan kemungkinan adanya korban dalam kejadian ini.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...

MAHASISWA UNPAM DIPUKULI DAN DIMINTAI UANG DI DALAM TAHANAN

Sebelas mahasiswa Universitas Pamulang, yang ditangkap terkait aksi demo menentang kedatangan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) untuk memberikan kuliah umum di Unpam, Tangeranga Selatan, Banten, Kamis (18/10) lalu, mengalami kekerasan di tahanan  Polda Metro Jaya.

"Saya miris barusan anak saya keluh kesah kalau di dalam sel dia dipukuli sama penguni sel, dan diminta untuk menyediakan uang," kata Agus Yohanes, ayah Benedectus Mega Pradipta mahasiswa Fakultas Hukum Semester 7 Unpam, melalui pesan singkat, hari ini.

Agus mengungkapkan anaknya bersama 10 rekannya sesama mahasiswa ditahan di sel terpisah. Ditambahkannya, semua rekan anaknya juga mengalami perlakuan yang sama dari tahanan lainnya.

"Kesebelas mahasiswa tersebut mengalami hal yang sama, karena mereka di sel terpisah semuanya," ungkap mantan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu.

Untuk diketahui, 10 mahasiswa dan seorang alumnus Unpam mendekam di tahanan Polda Metro Jaya, Jumat (19/10) malam. Mereka ditangkap polisi Kamis malam setelah pagi harinya terjadi unjuk rasa anarkistis di kampus menolak kedatangan Wakapolri Komjen Nanan Soekarna.

Ke-11 orang tersebut ditahan karena hasil pemeriksaan menunjukkan perbuatan mereka memenuhi unsur Pasal 213 (2), 335, 160, dan 170 KUHP. Khusus untuk tersangka berinisial RS ditambahkan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena yang bersangkutan tertangkap tangan membawa senjata tajam.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...
Sabtu, 20 Oktober 2012

KONDISI KEDUA KORBAN TAWURAN POLISI DAN MAHASISWA UMPAM MEMBAIK

Kondisi Jundi Fajrin dan Ferry Irawan, korban bentrokan antara mahasiswa dan polisi di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/10) mulai membaik. Keduanya dirawat di RSUD Pamulang.

Jundi yang terkena pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang sudah sadarkan diri meski belum bisa banyak bicara dan bergerak. Ia juga kerap kali mengeluhkan mual dan pusing.

Sementara Ferry sudah menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di perutnya. Namun, ia belum mendapatkan hasil operasi apakah peluru karet atau peluru tajam yang ditembakkan aparat saat bentrokan berlangsung.

Menurut informasi, seluruh biaya perawatan keduanya ditanggung kampus mereka.

Pascabentrokan antara mahasiswa dan polisi, Kamis lalu, kegiatan perkuliahan di Unpam hari ini sudah aktif kembali.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...
Kamis, 18 Oktober 2012

POLISI TEMBAK MAHASISWA PAMULANG SAAT BENTROK DI TANGERANG

Feri Irawan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang yang disebutkan sebagai korban penembakan aparat dalam unjuk rasa siang tadi, masih dalam perawatan di RSUD Pamulang.

Pihak rumah sakit belum memastikan apakah ada peluru yang bersarang di perut korban.

"Dokter masih belum dapat memastikan apakah peluru itu bersarang di tubuh dia atau tidak," kata Rianti, rekan sekampus Feri yang menemaninya di RSUD Pamulang, Kamis (18/10/2012).

Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2011 itu menerangkan, kepastian adanya peluru baru disampaikan pihak rumah sakit setelah mendapatkan hasil rontgen. Selain itu, kepastian akan diberikan dari hasil pemeriksaan yang akan dilakukan dokter spesialis bedah.

Feri yang mengenakan celana jins hitam dan baju kaus coklat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka sobek di bagian bawah pusar. Luka tersebut diduga akibat tembakan yang dilakukan aparat kepolisian. "Saya berdiri di balik blokade papan. Pelurunya tembus papan, baru ke perut saya," terang Feri.

Blokade papan dipasang mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) untuk berlindung dari serangan aparat. Kemudian terdengar tembakan gas air mata ke arah mereka, disusul terjangan yang membuat barisan mahasiswa kocar-kacir.

"Saya sempat terjatuh waktu dipukuli. Kemudian saya merasa sakit diperut. Ternyata sudah penuh darah," lanjut Feri. Ia sempat pingsan sebelum dibawa rekan-rekannya ke RSUD. Saat ini Feri masih dalam keadaan diinfus.


JANGAN LUPA DI LIKE FAN PAGE FACEBOOK DAN FOLLOW TWITTER KAMI

Read more...

Labels

 
© 2013 AKHIRNYA KU TAHU - All Rights Reserved
Desain: DheTemplate.com | Main Blogger | Taru Sun

Template: Makeityourring Diamond Engagement Rings
Proudly powered: Blogger | Google | IDwebhost | Beritambah