"Kerajinan bambu elektronik ini perlu dikembangkan. Karena bambu salah satu kekayaan alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kita," kata Zainullah MA.
Zainullah mengatakan, bambu yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al Um menjadi alat elektronik khususnya peralatan audio seperti mini aktive speaker untuk laptop atau komputer, handphone, MP3 player, SD/MMC, Flasdick, radio dan lain sebagainya.
Bambu dapat dikembangkan menjadi aneka design produk audio yang unik, artistik dan marketable. "Produk bambu elektronik karya santri Pondok Pesantren Al Um ini sudah dipamerkan di Jakarta, Batam bahkan akan ikut pameran ke Malaysia," katanya.
Diklat keterampilan membuat audio bambu diikuti sekitar 20 lebih santri, almuni dan mustadl'afin. Kegiatan berlangsung selama dua hari 13 dan 14 Oktober 2012. Selama pendidikan pelatihan, santri diberikan pelatihan merakit komponen elektronika, pengolahan bambu, teori dasar teknik elektronika dan ceramah motivasi pembinaan bambootronic.
"Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memberikan kemampuan para santri dan alumni untuk mengembangkan bambu sebagai sumber daya alam yang berpotensi tinggi," katanya.
Diklat keterampilan bambu di Pondok Pesantren Al Um Kota Bogor terselenggara berkat dukungan dari Mitra Jasa Technical dan Lazisnu program Nahdlatul Ulama (NU) skil dan NU Preneur.