"Saya mengajak teman-teman yang lain juga. Saya mengimbau kawan-kawan untuk proaktif," kata Micel di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Dahlan menyebut tujuh nama anggota DPR yang diduga memeras BUMN. Dua nama dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR pada Senin (5/11/2012), Idris Laena dan Sumaryoto.
Lima nama dilaporkan pada Rabu (7/11/2012) yakni AQ (Achsanul Qosasi, LM (Linda Megawati), ATP (A.P.A. Timo Pangerang), MIEQ (M Ichlas El Qudsi), IGARW (I Gusti Agung Ray Wijaya).
Micel menegaskan tuduhan Dahlan tanpa bukti. Nama baiknya sudah dicemarkan oleh mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara tersebut. "Saya mundur dari DPR kalau saya memeras," tegas anggota dari dapil Sumatera Barat I ini.
Laporan Dahlan ke BK DPR memang lemah karena tanpa bukti. Informasi adanya dugaan pemerasan oleh anggota Dewan diperoleh Dahlan dari direksi BUMN. Ia tidak melakukan klarifikasi dan langsung melempar dugaan tersebut ke media sehingga menjadi polemik.
Micel menuntut Dahlan minta maaf kepada dirinya dan partai. "Atas nama konstituen, PAN akan mengirim somasi dalam jangka waktu 7 x 24 jam untuk meminta maaf terbuka kepada media," ucapnya.
|
BERITA |
OLAHRAGA |
HUMOR |
SEKS |
RAMALAN BINTANG |





